Kurikulum

Fakultas Sains dan Teknologi (F. SAINTEK) trurur berperan dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum di setiap program studi sudah untuk memastikan bahwa kurikulum di setiap prodi telah sesuai dengan visi, misi dan capaian pembelajaran masing-masing program studi. Penentuan capaian pembelajaran dan kompetensi mahasiwa, yang selanjutnya diturunkan menjadi mata kuliah pada struktur kurikulum harus disesuaikan dengan peraturan dan pedoman penyusunan kurikulum Perguruan Tinggi yang berlaku, antara lain:

  1. Capaian Pembelajaran disesuaikan dengan Level KKNI berdasarkan Perpres No. 08 tahun 2012 dan Permendikbud no. 73 Tahun 2013
  2. Kompetensi lulusan ditetapkan dengan mengacu pada KKNI yang tertuang dalam UU Perguruan Tinggi No. 12 Tahun 2012 pasal 29
  3. Standar lulusan program studi level sarjana mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi yang dijelaskan pada Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi yang kemudian diperbarui melalui Permenristek & Dikti no. 44 Tahun 2015 tentang Standard Nasional Pendidikan Tinggi
  4. Penyusunan kurikulum secara terperinci mengikuti Buku Kurikulum Pendidikan Tinggi yang diterbitkan Direktorat Belmawa Dirjen Dikti Kementerian Dikbud Tahun 2014, serta Buku Kurikulum Pendidikan Tinggi yang diterbitkan Direktorat Belmawa Dirjen Dikti Kemenristek & Dikti yang diterbitkan pada tahun 2016.

Penyusunan dan pengembangan kurikulum di setiap program studi harus sesuai dengan kerangka diatas, oleh karena F. SAINTEK merumuskan tahapan penyusunan dan pengembangan kurikulum sebagai berikut:

  1. Membentuk Tim Penyusun dan Pengembang Kurikulum yang terdiri dari Para Ketua dan Sekretaris program studi. Tim yang berada dibawah koordinasi Dekan ini bertugas untuk:
    • Mendefinisikan capaian pembelajaran dan kompetensi bersama level Fakultas yang harus dimiliki oleh mahasiswa Fakultas Teknik tanpa melihat asal Prodi.
    • Menyusun materi-materi untuk mencapai kompetensi untuk selanjutnya dijabarkan dalam bentuk mata kuliah.
    • Mensinkronkan perubahan kompetensi dasar level fakultas dengan kurikulum yang akan direvisi di tingkat prodi
  2. Melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Tim Penyusun dan Pengembang Kurikulum dalam melakukan pendampingan terhadap program studi dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain:
    • Berpatisipasi dalam kegiatan-kegiatan diskusi, sosialisasi, workshop atau seminar penyusunan kurikulum yang diadakan oleh Kopertis atau kelompok Perguruan Tinggi untuk mendapatkan pemahaman yang baik dalam menyusun kurikulum serta mendapatkan informasi tentang peraturan-peraturan pemerintah dan pedoman terbaru yang berhubungan dengan Kurikulum Perguruan Tinggi
    • Berpatisipasi dalam kegiatan-kegiatan diskusi dan workshop yang diadakan oleh Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang melalui Pusat Jaminan Mutu (PJM) UNIRA Malang
  • Mengadakan diskusi dan workshop penyusunan kurikulum di tingkat fakultas untuk mendapatkan pemahaman yang sama diantara anggora tim, serta merumuskan model dan tahapan pendampingan dan pengawasan kegiatan penyusunan kurikulum yang dilakukan di tingkat Program Studi
  • Mengadakan Sosialisasi dan diskusi tentang Penyusunan dan Pengembangan Kurikulum pada level fakultas dengan melibatkan tim penyusun kurikulum tingkat program studi sebagai pesertanya. Materi yang disampaikan dan dibahas antara lain:
    • Mendiseminasi hasil dari kegiatan-kegiatan pengkayaan yang telah diikuti oleh tim kurikulum fakultas kepada tim penyusun kurikulum tingkat program studi
    • Penjelasan peraturan-peraturan tentang kurikulum pendidikan tinggi.
    • Penilaian terhadap kurikulum yang sedang berlaku di prodi di lingkungan F. Saintek dan perbandingannya dengan kurikulum di perguruan tinggi lain
    • Penjelasan tentang tahapan penyusunan kurikulum berbasis KKNI dan SN-Dikti
    • Penjelasan tentang cara mengidentifikasi kompetensi dan capaian pembelajaran
    • Penjelasan tentang pemetaan kurikulum

Pertemuan kegiatan kurikulum tingkat Fakultas bertujuan agar setiap tim penyusun kurikulum prodi memiliki panduan tentang proses yang harus ditempuh dan hal-hal teknis yang harus disiapkan dalam rangka pengembangan dan perubahan kurikulum di prodinya. Selain itu, terkait dengan perubahan kurikulum, F. SAINTEK juga telah memfasilitasi prodi- prodi untuk mengadakan FGD dengan perusahaan atau pihak industri atau asosiasi profesi sebagai bahan referensi dalam merumuskan kurikulum.

Aktivitas lanjutan yang dilakukan setelah penyusunan dan pengembangan kurikulum selesai ditingkat prodi adalah melakukan penyesuaian RPS, identifikasi mata kuliah yang akan diekuivalensikan, kodifikasi mata kuliah, sosialisasi kepada seluruh dosen dan mahasiswa.

Pembelajaran

Monitoring dan evaluasi pembelajaran dilakukan setiap semester oleh setiap program studi dibawah koordinasi Dekan F. SAINTEK. Monitoring dan evaluasi yang telah dilakukan mencakup :

  1. Meminta dosen pengampu mata kuliah untuk memasukkan RPS untuk setiap mata kuliah yang diajarkan di awal semester sebagai acuan monitoring.
  2. Pemantauan kehadiran dosen di kelas yang dilakukan dua kali setiap semesternya, di pertengahan dan akhir semester. Fakultas SAINTEK menetapkan kehadiran minimum 75% untuk setiap mata kuliah, agar dosen mendapatkan surat keterangan mengajar di akhir semester.
  3. Pemantauan proses pembimbingan akademik (dosen wali/ DPA), yang dilakukan di setiap akhir semester dengan mengontrol pertemuan dosen wali dan mahasiswa walinya secara terstruktur. Dosen wali yang tidak mengadakan pertemuan terstruktur minimal empat kali dalam satu semester tidak mendapatkan surat keterangan dosen wali.
  4. Penyebaran kuisioner perkuliahan kepada mahasiswa, untuk menilai mutu materi dan efektifitas dosen. Kuisioner ini diteruskan ke kaprodi sebagai umpan balik dalam peningkatan mutu pembelajaran.
  5. Monitoring bimbingan tugas akhir, yang dilakukan dengan mengisikan kartu kontrol untuk mengetahui kemajuan penyelesaian tugas akhir skripsi.
  6. Monitoring terhadap mahasiswa bermasalah di bidang akademik (IPK rendah dan masa studi panjang), hal ini bertujuan agar fakultas dapat mengambil tindakan- tindakan yang diperlukan untuk membantu mahasiswa tersebut. Hasil-hasil monitoring dan evaluasi ini disampaikan dalam rapat evaluasi akhir semester dengan para pimpinan Fakultas termasuk Ketua Prodi agar dapat diadakan tindakan yang diperlukan.

Suasana Akademik

Dalam rangka menunjang kelancaran Proses Belajar Mengajar (PBM) di Fakultas SAINTEK, baik yang bersifat intra universiter maupun ekstra universiter telah dilakukan berbagai langkah-langkah strategis sistematis, langkah-langkah yang telah dilakukan antara lain :

  1. Kebijakan tentang suasana akademik

Pengambilan keputusan dalam hal akademik dan non akademik dilakukan dengan musyawarah dan dibicarakan secara hirarki agar masing-masing individu memiliki tanggung jawab yang sama dan selalu bertindak secara akademis.

Dekan memonitoring seluruh kegiatan yang berjalan secara kontinyu dan melakukan evaluasi secara keseluruhan agar situasi dan kondisi selalu dapat terjaga dengan baik dan berjalan sesuai yang diharapkan.

  • Penyediaan sarana dan prasarana

Sarana Interaksi Dosen – Mahasiswa yang tersedia cukup untuk menciptakan dan memelihara interaksi dosen – mahasiswa baik di dalam maupun di luar kampus dan untuk menciptakan iklim yang mendorong perkembangan dan kelancaran kegiatan akademik yang dikelola oleh Program Studi selain pada penunjukan dosen sebagai pembimbing akademik dan penyelenggara seminar, juga dapat secara bersama-sama melakukan kegiatan non akademik yang bersifat memberikan wawasan bagi mahasiswa seperti melakukan praktek atau simulasi dunia usaha di luar kampus. Sarana di dalam kampus agar tercipta interaksi antara dosen dan mahasiswa antara lain ruangan kelas yang representatif, laboratorium komputer, perpstakaan sebagai penunjang literatur dalam proses pembelajaran, dan ruangan lain yang dapat digunakan untuk berinteraksi antara dosen dan mahasiswa.

  • Dukungan Dana

Dana yang disediakan untuk menciptakan suasana akademik di lingkungan Fakultas Teknik, Ilmu Komputer dan Agroteknologi, secara bersama-sama antara pihak pengelola pendidikan dengan yayasan cukup akomodatif dalam arti apabila Dosen atau mahasiswa mempunyai gagasan atau ide dalam upaya meningkatkan terbentuknya atmosphere akademik segera dapat direalisasikan misalnya dalam bentuk seminar, kegiatan keolahragaan dan kegiatan lainnya untuk meningkatkan wawasan akademis selalu didukung.

  • Kegiatan akademik di dalam dan di luar kelas

Kuantitas   Kegiatan   Akademik   Dosen –  Mahasiswa      berdasarkan hasil evaluasi kegiatan akademik pada Program Studi adalah sebagai berikut :

  1. Proses pembelajaran rata-rata perkuliahan cukup tinggi yaitu diatas 80 %.
    1. Kegiatan praktikum, rata-rata diatas 80 %.
    1. Bimbingan laporan PKL, rata-rata diatas 90 %.
    1. Bimbingan dan konseling akademik masih perlu ditingkatkan frekuensi pertemuannya.
    1. Seminar, masih perlu ditingkatkan frekuensi penyelenggaraannya

Kualitas Kegiatan Akademik Dosen – Mahasiswa dapat tercermin dari hasil evaluasi Ujian Tengah semester, Ujian Akhir Semester, dan Ujian Kelulusan.Rancangan menyeluruh untuk pengembangan suasana akademik yang kondusif. Untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif, telah dilakukan beberapa hal sebagai berikut :

  1. Semua papan tulis menggunakan white board
  2. Menambah jumlah LCD Proyektor
  3. Pembatasan jumlah mahasiswa per kelas
  4. penambahan dosen sesuai kualifikasi yang dibutuhkan.
  5. Menambah sarana audio visual dengan laptop dan Infokus.

Hubungan Dosen – Mahasiswa pada umumnya selama ini hubungan antara dosen dengan mahasiswa baik yang bersifat akademik maupun non akademik berjalan dengan baik, tercermin bahwa selama ini jarang sekali terjadi hal-hal di luar ketentuan. Kegiatan seminar di kampus selama ini masih sangat terbatas. Keikutsertaan mahasiswa di dalam kegiatan ilmiah sudah cukup baik, hanya volume kegiatan seminar yang harus ditambah frekuensinya.